TESIS MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN [KODE 6GM]

1
1. KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB. BONGALA TAHUN 1999-2001 – 03
2. EVALUASI KERJA BUMD (STUDI KASUS PADA PDAM “TIRTA DHARMA” KAB. KEPULAUAN SANGIHE DAN TALAUD – 02
3. ANALISIS KINERJA PDAM TIRTA MUSI KAB. REJANG REBONG – 01
4. KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH UNTUK MELAKUKAN PINJAMAN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DAERAH (SK=PROYEK PERSAMPAHAN DI PEMKOT MAGELANG) – 02
5. KESIAPAN KAB. PIDIE DALAM BEROTONOMI DILIHAT DARI STRUKTURAL FISKAL DAERAH – 00
6. EVALUASI PENGALOKASIAN BELANJA PEMERINTAH KAB. BENGKALIS TAHUN 1997/2001 – 03
7. EVALUASI KINERJA ANGGARAN BELANJA APBN KOTA YK – 02
8. ANALISIS EFISIENSI, EFEKTIVITAS DAN PROSPEK PUNGUTAN RETRIBUSI PASAR DI KAB. DATI II SORONG – 00
9. PELUANG PENERIMAAN RETRIBUSI PEMANFAATAN RUANG DALAM MENUNJANG PAD KAB. SORONG – 01
10. POTENSI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DI KAB. BOLUANG MONGONDOW – 01
11. IDENTIFIKASI SEKTOR DAN SUB SEKTOR BASIS DI KAB. MUSI RAWAS PASCA PEMEKARAN DAERAH - 03
12. IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BANDUNG – 02
13. IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DALAM RANGKA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ROTE NDAO SEBAGAI KAB. BARU – 02
14. ANALISIS SEKTOR UNGGULAN UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PEMBANGUNGAN DI PROP IRIAN JAYA – 99
15. PERAN KECAMATAN SERPONG SEBAGAI SALAH SATU PUSAT PERTUMBUHAN DI KAB. TANGERANG – 02
16. ANALISIS KERJA SEKTOR-SEKTOR/SUB SEKTOR-SUB SEKOTR BASIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KERJA SEKTOR-SEKTOR/SUB SEKTOR-SUB SEKOTR BASIS DI PROP KALTENG PERIODE THUN 1994-2001 – 02
17. PENGARUH PROGRAM IDT PADA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SAREIDI KEC. BIAK TIMUR KAB. DATI II BIAK NUMFOR IRIAN JAYA – 02
18. ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN SUMBAR – 01
19. DAMPAK PENGELUARAN WISATAWAN TERHADAP PEREKONOMIAN PROP DIY (PENDEKATAN INPUT – OUTPUT) – 97
20. EVALUASI PENERAPAN KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU (KAPET) : STUDI EMPIRIS DI IRIAN JAYA 1994-1997 – 02
21. MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH DENGAN PENGEMBANGAN SEKTOR POTENSIAL DI KOTA JAYAPURA – 02
22. ANALISA PENGELOMPOKAN INDUSTRI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA ( SK = KAB. KLATEN) – 02
23. PERMINTAAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI PROP. JATENG – 90
24. DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG USAHA TANI PADI TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA – 01
25. ANALISIS PERMINTAAN CENGKEH DI INDONESIA – 92
26. PERANAN PEREMPUAN LAMALOHOT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (SK: WEABALUN KAB. FLORES NTT) – 00
27. STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN PUSKESMAS RAWAT INAP OESAO MENJADI RSUD TIPE D KAB. KUPANG – 02
28. KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI PROP DATI I NTT – 96
29. EVALUASI PROSES PENYUSUNAN DAN PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA KAB. ACEH TENGGARA – 01
30. ANALISIS SEKTOR EKONOMI POTENSIAL DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA AMBON (PERBANDINGAN DENGAN KABUPATEN LAIN DI PROP. AMBON) – 03
31. IDENTIFIKASI SEKTOR BASIS TIDAK TERMASUK SEKTOR PERTAMBANGAN DALAM UPAYA PEMBANGUNAN DAERAH KOTA SAWAH LUNTO – 03
32. RETRIBUSI PASAR SEBAGAI SUMBER PAD (STUDI ANALITIK MENGENAI POTENSI, EFISIENSI, EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PASAR DI KAB. LUWU UTARA) – 03\
33. IDENTIFIKASI KECAMATAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAB. LAHAT – 03
34. POTENSI KOMODITAS PADI DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL PROP. KALIMANTAN PERIODE 1993 – 2001 – 03
35. AKUNTABILITAS KINERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH KAB. MUSI RAWAS TH 2002 – 03
36. EVALUASI PENYUSUNAN DAN PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA KAB. DAIRI PERIODE TA 1996/1997-2000 – 03
37. DERAJAT OTONOMI FISKAL DAERAH DI INDONESIA (SK : PADA 26 DATI II YANG MENJADI PERCONTOHAN OTONOMI DAERAH) – 00
38. ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN KAB. TANGGAMUS DALAM MELAKUKAN PINJAMAN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN – 03
39. ANALISIS PERGESERAN STRUKTUR EKONOMI DAN IDENTIFIKASI SEKTOR/SUB SEKTOR UNGGULAN PROP. NTB – 01
40. PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PERUMUSAN DANA ALOKASI DESA DENGAN METODE ANALITYC HIERARCHY PROCESS (AHP) STUDI KASUS DI KAB. SUMBAWA – 03
41. EVALUASI KINERJA DINAS PEMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH KOTA PEKANBARU TA 2001 – 02
42. POTENSI PENERIMAAN, EFEKTIFITAS PUNGUTAN DAN EFISIENSI PENGELOLAAN PAJAK PENGAMBILAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C – 02
43. PENGARUH PENGAMBILAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C TERHADAP LINGKUNGAN DI KALSEL – 97
44. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TANAH PEMUKIMAN DI PERKOTAAN (SK : DI KAB. SLEMAN) – 97
45. EVALUASI KINERJA PAD DI KOTA PALU PROP. SULTENG 1996-2000 – 02
46. KINERJA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAGIAN LABA PDAM KOTA PADANG TAHUN 1988-2002 – 03
47. PERANAN SUB SEKTOR PERIKANAN LAUT DALAM PEMBANGUNAN KAB. PEKAN HILIR SEKARANG DAN MASA YANG AKAN DATANG – 03
48. ANALISIS TINGKAT KAPITALISASI PROPERTI KOMERSIAL PERKANTORAN DI DKI JAKARTA – 04
49. KESIAPAN MIMIKA MENJADI DAERAH OTONOMI DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN – 00
50. PERANAN PEREMPUAN LAMALOHOT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA – 00
51. KEHIDUPAN DAN KEBETAHAN TINGGAL PEKERJA PEMBANTU RUMAH TANGGA WANITA (PPRTW) (SK : DILINGKUNGAN KRATON DAN BULAKSUMUR YK) – 92
52. PEMBANGUNAN KERJA DALAM MASYARAKAT PENGRAJIN (STUDI PERKEMBANGAN SPESIALISASI PEKERJAAN DAN PRODUKSI DALAM BIDANG USAHA RUMAH TANGGA PENGRAJIN TEMBAGA KUNINGAN DI INDONESIA) – 92
53. DETERMINAN PERILAKU MOBILITAS PENDUDUK ULANG ALIK DAN SERKULER DESA KOTA (KASUS DESA NAFRI DAN DESA SKOUW KEC. ABEPURA KAB. JAYAPURAN IRIAN JAYA) – 94
54. IDENTIFIKASI PERENCANAAN PEMBANGUAN DAN PENGEMBANGAN KEC. TELUK AMBON SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN WILAYAH – 02
55. IDENTIFIKASI SEKTOR BASIS UNGGUL DAN POTENSIAL SERTA INTERAKSI ANTAR KOTA DALAM KAWASAN TUMBUH CEPAT PROP. MALUKU – 02
56. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN SONGKET PALEMBANG (SK : INDUSTRI KERAJINAN SONGKET DI EKC. ILIR BARAT II PALEMBANG) – 00
57. ANALISA SEKTOR UNGGULAN KOTA PADANG PADA PROP. SUMBAR – 04
58. ANALISIS SUKU BUNGA DI INDONESIA (MODEL TAYLOR RULE) – 04
59. EVALUASI KINERJA BALAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (BPMD) BANDAR LAMPUNG – 04
60. POTENSI RETRIBUSI PASAR KAB. ROKAN HILIR PROP. RIAU – 04
61. PENENTUAN SEKTOR UNGGULAN GUNA PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN BUMD DI KAB. KOTABARU KALSEL – 04
62. ALOKASI PENGELUARAN APBD SEBAGAI IMPLEMENTASI REPETADA DI KAB. ACEH SELATAN – 03
63. FAKTOR-FAKTOR PENENTU INVESTASI ASING LANGSUNG DALAM MEMILIH LOKASI INDUSTRI MANUFAKTUR DI PULAU JAWA TAHUN 1994-1999 – 02
64. POTENSI, KEEFEKTIVAN DAN EFISIENSI RETRIBUSI PASAR DI KOTA MANADO – 04
65. POTENSI PAJAK HOTEL BERBINTAN SERTA EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PEMUNGUTANNYA DI KOTA DENPASAR PROP. BALI – 04
66. EVALUASI KINERJA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PDAM KAB. BANGLI PROP. BALI – 04
67. ANALISIS SPASIAL POLA KONSENTRASI LOKASI HOTEL (SK: KAB. BADUNG BALI) – 04
68. PERHITUNGAN POTENSI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUANAN SEKTOR PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KAB. KOLAKA TAHUN 2004 – 04
69. POTENSI DAN PERANAN KOMODITAS KOPI DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL KAB. LAHAT – 04
70. ANALISIS KESIAPAN PEMERINTAH KAB. DATI II BLORA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL PENANGGULANGAN KEMISKINAN – 98
71. STRATEGI PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA DALAM MENJALANKAN KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF DI KOTAMADYA MAGELANG – 98
72. POTENSI RETRIBUSI PASAR DI KAB. LOMOBK TENGAH – 04
73. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BENGKULU – 04
74. PENGARUH PENGELUARAN PEMBANGUNAN SERTA TINGKAT BEBAN KETERGANTUNGAN KETENAGAKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (SK : KAB./KOTA PROP NTB) – 04
75. ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK SAPI RAKYAT DI KAB. BELU PROP. NTT – 03
76. KINERJA BELANJA PELAYANAN PUBLIK DINAS PENDIDIKAN NASIONAL KAB. BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2002 (PENERAPAN MODEL STANDAR ANALISIS BELANJA) – 03
77. EVALUASI KINERJA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB. BANGLI PROP. BALI – 04
78. EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT LUMBUNG KREDIT PEDESAAN (PD. BPR-LKP) DI KAB. LOMBOK TENGAH TH 1999-2003 (STUDI KEMUNGKINAN MERGER ANTAR PD. BPR – LKP) – 04
79. PENYERAPAN TENAGA KERJA OLEH PERUSAHAAN HAK PENGUSAHAAN HUTAN (HPH) DI PROP MALUKU UTARA – 04
80. PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN KERAPU UNTUK MENINGKATAKAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI DAERAH PANTAI PACITAN - 04
81. KINERJA RSUD KAB. SUBANG - 04
82. ANALISIS BIAYA PENGGANTIAN MESIN PENGGILING PADI SENTRAS PRODUKSI BERAS KAB. BOLAANG MONGONDOW – 04
83. ANALISIS ANGGARAN BELANJA DAERAH KAB. MUARA ENIM TH 2004 – 04
84. ANALISIS KEUANGAN KERJA PEMERINTAH KAB/KOTA DAN IMPLIKASINYA DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH – 04
85. PROSPEK KECAMATAN TELUK AMBON BAGUALA SEBAGAI SALAH SATU PUSAT PERTUMBUHAN WILAYAH DI KOTA AMBON – 03
86. KINERJA PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) SEKTOR PEDESAAN DAN SEKTOR PERKOTAAN DI KAB. KUPANG – 01
87. RENCANA PENGEMBANGAN PARIWISATA DENGAN MODEL WISATA PEDESAAN DIKAB. LOMBOK TENGAH – 04
88. POTENSI DAN PROSPEK PARIWISATA DI KAB. BANTUL PROP. DIY - 01
89. DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEC. (PPK) TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KEC. BANAWA KAB. DONGGALA SULTENG – 05
90. DAMPAK INPRES DESA TERTINGGAL (IDT) TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SIMPANGAN KEC. LAMALA KAB. BANGGAI SULTENG – 05
91. PERANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR (BBNKB) DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PROP. JATENG – 02
92. PENGARUH JALUR PESAWAT UDARA TERHADAP NILAI RUMAH (STUDI KASUS DI MANADO) – 05
93. ANALSIS USAHA TANI SAYURAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN KALAMPANGAN, KEC. SEBANGAU, KOTA PALANGKARAYA – 05
94. PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN PENGHASILAN RUMAH TANGGA (KASUS DESA LAMKEUNUNG KEC. DARUSALAM KAB. ACEH BESAR PROP. NAD) – 05
95. ANALISIS TINGKAT KAPITALISASI SEKTOR PERUMAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KOTAMADYA MALANG – 99
96. IDENTIFIKASI KECAMATAN SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAB. LAUT KALSEL – 00
97. PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN KAB. MALANG 1995-2000 – 02
98. PERSAINGAN PENGGUNAAN LAHAN ANTARA PALAWIJA DENGAN TEMBAKAU DI KAB. LOMBOK TIMUR – 05
99. ANALISIS TINGKAT KAPITALISASI PROPERTI RUMAH MEWAH DI WILAYAH JAKARTA SELATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA – 05
100. ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN KAS DALAM RANGKA PENINGKATAN PAD MELALUI PEMANFAATAN IDLE CASH DI KAB. TANAH DATAR – 05
101. EVALUASI ALOKASI ANGGARAN PADA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PRO. MALUKU UTARA TH 2004 – 05
102. STÁNDAR ANALISA BEL.ANJA (SAB) PADA DINAS TATA KOTA KAB. LAMPUNG UTARA – 04
103. PERKEMBANGAN PENDAPATAN PETANI PADI DAN UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KAB. BOLAANG MONGONDOW – 05
104. ANALISIS TINGKAT KAPITALISASI PROPERTI KOMERSIAL PERKANTORAN DI DKI JAKARTA – 04
105. POTENSI PAJAK HOTEL KOTA SORONG TAHUN 2003 – 04
106. ANALISIS ASSESMENT RATIO TERHADAP PENGENAAN PBB DI KOTA PASURUAN TH 2004 – 05
107. KINERJA PENGELOLAAN RETRIBUSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KAB. LOMBOK TIMUR – 05
108. EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN MODAL USAHA KELOMPOK TANI (PMPMUKT) DI KAB. POSO (SK : DESA KASIGUNCU KEC. POSO PESISIR) – 05
109. MANAJEMEN ASET TANAH DAN BANGUNAN PEMERINTAH KAB. BUTON (SK : KANTOR SEKDA, DPRD, DPU, DAN DINAS PENDIDIKAN) – 05
110. PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR PROPINSI SUMATERA BARAT. 02

111. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TANAH DI KECAMATAN DEPOK DAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN. ( STUDI KASUS TANAH SEKITAR STADION BARU). 04

112. PENGARUH PDRB RIIL, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP INVESTASI DOMESTIK DI PROPINSI BENGKULU. 02

113.PERANAN PERIKANAN LAUT DALAM MENDUKUNG PEREKONOMIAN DAERAH DI KOTA PEKALONGAN 1993 – 2000. 02

114. PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN PDRB PROVINSI JAAWA TIMUR 1975 – 2003. 05

115. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 2003 – 2006. 08

116. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERGESERAN KESEMPATAN KERJA DI KABUPATEN JENEPONTO PROPINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 1993-2000. 02

117. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMAS PERIODE 1993 – 2000. 02

118. KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA DINAS KEHUTANAN PROPINSI RIAU. 02

119. DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROPINSI SUMATERA BARAT 1996-2000. 02

120. PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN MALANG 1995-2000. 02

121. ANALISIS KETERKAITAN SEKTORAL DAN DAMPAK PENGGANDA DENGAN PENDEKATAN INPUT OUTPUT : STUDI KASUS PROPINSI BALI 1993 – 2000. 02

122. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DISPARITAS REGIONAL DI JAWA TENGAH 1983-2000. 02

123. EVALUASI ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH ( REPETADA ) KOTA PALANGKARAYA. 03

122. RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN PASAR 16 ILIR KE PASAR RETAIL JAKABIRING PALEMBANG. 05

123. RESPON KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUTON TERHADAP KONFLIK KEKERASAN ANTARA EKSODAN DAN PENDUDUK SETEMPAT DI KABUPATEN BUTON ( AKSI KEKERASAN EKSODAN DAN PENDUDUK SETEMPAT ). 02

124. KINERJA ORGANISASI DINAS KEPENDUDUKAN, CATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA KOTA BATAM DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENDUDUK DI KOTA BATAM. 05

125. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN MINAHASA. 04

126. PATOLOGI BIROKRASI : POTRET KORUPSI DALAM BIROKRASI ( STUDI KASUS TERJADINYA KERUGIAN NEGARA DARI PERILAKU BIROKRASI YANG TIDAK DISIPLIN DI LINGKUNGAN PEMDA MALUKU TENGAH). 06

127. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN APBD ( STUDI KASUS TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MUSRENBANG DI KELURAHAN NYENGSRET TAHUN 2007 ). 06
Share :

Komentar Facebook:

1 Komentar Blog:

Google+ Followers

Entri Populer